Kamis, April 24, 2008
12 Besar Photo Essay
Berikut ke-12 besar karya terbaik (tidak dalam urutan tertentu):
· Senandung Lautan Sampah oleh Hendra Dwi Atmaja
· Daur Sampah Yogyakarta oleh Ahmad Ari Prasodjo
· Jalan Organis Anak Jalanan oleh Dimas Bayu P.
· Episode Alam oleh Setio Marwanto
· (Tidak ada judul) oleh Maulana N.
· Becakku Sayang, Becakku Malang oleh Meylan Fredy Ismawan
· Dinding Jogja Bercerita oleh Hermitianta P. Putra
· Pesan dari Samas oleh Putro Agus H.
· Asap Kehidupan atau Asap Kematian oleh Nadia Aviani
· Longsor: Perubahan Iklim dan Perubahan Tata Guna Alam oleh Sumaryanto
· (Tidak ada judul) oleh FX Ade Putra Fajar
· Buka Mata oleh Hermitianta P. Putra
Terima kasih atas partisipasi teman-teman, pemenang akan diumumkan pada tanggal 26 April 2008 di National Seminar Management Event 2008.
Salam Hijau!
Jumat, Maret 21, 2008
Simbol di Produk Plastik
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Semoga dapat menjadi pedoman dalam memilih produk plastik.
Terima kasih.
Sabtu, Maret 15, 2008
Lomba Photo Essay
Syarat Karya:
Syarat Peserta:
MM UGM a.n. Vania Gita Pratiwi QQ Management Event dengan no.
Rekening 137-00–0536963–8
Gunawan (Dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM)
Pengumuman Pemenang:
1. Pengumuman 50 karya terbaik diumumkan melalui website pada tanggal 21 April 2008
Pameran Karya:
Hadiah:
Juara 2 Rp. 3.000.000,-
Penerimaan Karya:
Info lomba foto:
http://www.managementevent08.multiply.com/
http://green-week.blogspot.com/
managementevent08@yahoo.com
Sabtu, Maret 01, 2008
Tips Mengurangi Pemanasan Global: Modernisasi vs. Tradisionalisasi
Kali ini kami akan memberikan beberapa tips sebagai masukan dalam upaya mencegah pemanasan global. Mungkin selama ini kita berpikir bahwa modernisasi dalam berbagai hal adalah salah satu penyumbang karbon terbesar di bumi kita. Dan ada juga yang berpikiran sebaliknya, bahwa tradisionalisasi atau hal-hal yang sifatnya tradisional adalah penyebab utama pemanasan global.
Akan tetapi jika kita berpikir lebih lanjut, dua hal tersebut sebenarnya mempunya sisi yang sama-sama positif dalam hal memerangi pemanasan global. Berikut ini tip-tip menarik dari kami yang dapat menjadi bahan pertimbangan anda dalam hal mengurangi penggunaan kertas, air, BBM, dan lain-lain dengan modernisasi dan tradisionalisasi.
Modernisasi:
- Edit tulisan anda di komputer, sebelum di cetak.
Satu hal yang sangat remeh tapi merupakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan di era sebelum personal computer. Jaman dahulu, kita menggunakan mesin tik sebagai sarana untuk menulis sesuatu dengan formal dan rapi. Akan tetapi, apa yang terjadi jika kita membuat kesalahan? Kita pasti akan mengambil kertas itu, meremas-remasnya, dan membuang ke tempat sampah terdekat. Berapa banyak kertas yang kita sia-sia kan untuk membuat sebuah tulisan? Mungkin lebih banyak dari kertas yang terpakai dalam tulisan itu sendiri. Di jaman modern seperti sekarang ini, kita tidak perlu lagi untuk membuang banyak kertas dari pohon-pohon tak berdosa. Kita dapat mengedit tulisan dengan lebih seksama di komputer kita sebelum dicetak di printer. Dengan begitu kita bisa meminimalisasi penggunaan kertas dan mengurangi sampah.
- Simpan file-file anda di hard disk.
Kalau memang bisa disimpan di hard disk, kenapa tidak? Selain lebih praktis, kita menghemat kertas. Menyimpan data di komputer semudah membalikkan telapak tangan, selain itu, kita juga dengan sangat mudah untuk mencari file yang kita inginkan dengan cepat. Caranya dengan mengorganisir folder-folder anda dengan rapi, tentu pekerjaan ini juga bisa dibilang sepele tapi sebenarnya sangat krusial. Ditambah lagi dengan akses intranet dan internet, mengirim file juga akan lebih cepat dan efisien, jadi kita benar-benar bisa menekan penggunaan kertas untuk kepentingan yang hanya bisa dilakukan di atas kertas.
- Bayar tagihan anda lewat ATM.
Mungkin anda tidak menyadari bahwa selama ini anda menyimpan dan bahkan membuang kertas tanda terima tagihan-tagihan anda. Di jaman dahulu mungkin kita belom mengenal teknologi ATM, tapi sekarang, lewat ATM kita bisa melakukan banyak hal lain selain mengambil uang. Kita bisa membayar tagihan kita lewat ATM, dengan begitu kita menyelamatkan pohon-pohon yang digunakan sebagai bahan dasar pembuat kertas tagihan kita yang akhirnya hanya kita buang begitu saja. Membayar listrik, tagihan telfon, internet, dan air sudah dapat dilakukan di beberapa ATM dari bank terkemuka.
- Pantau penggunaan BBM dan emisi gas buang kendaraan anda.
Teknologi saat ini sudah sangat memungkinkan untuk memantau kesehatan kendaraan anda. Konsumsi BBM dengan sangat mudah kita hitung dengan sedikit kemampuan matematika dan observasi ke angka km kendaraan serta jumlah pembelian BBM saat mengisi. Bahkan sudah banyak mobil-mobil yang menyertakan tingkat konsumsi BBM di dashboard mereka. Dengan begitu kita bisa menghitung dengan lebih cermat konsumsi BBM di kendaraan kita dan menghemat penggunaannya dengan cara apapun. Tingkat efisiensi BBM juga bergantung pada kesehatan kendaraan anda. Pastikan untuk memeriksakan kendaraan anda secara berkala. Uji emisi gas buang anda di bengkel-bengkel terdekat, atau bahkan sekarang ini banyak instansi-instansi pemerintah ataupun pendidikan yang melakukan uji emisi di lingkungan mereka sebagai bentuk penyadaran terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang bermutu.
Tradisionalisasi:
- Mandi dengan menggunakan gayung.
Saat ini pasti banyak di antara kita yang sudah menggunakan shower atau bath tub ketika mandi. Padahal mandi dengan shower mengkonsumsi lebih banyak air daripada mandi dengan menggunakan gayung. Jika kita perhatikan, mandi dengan menggunakan gayung pasti membutuhkan wadah untuk menampung air, bak mandi ataupun ember. Sehingga kita hanya benar-benar memakai air jika kita memerlukannya, tidak ada air yang terbuang sia-sia. Jika anda berencana untuk mengganti bak mandi anda dengan shower, mungkin setelah membaca ini anda berubah pikiran untuk tetap menggunakan bak mandi demi ketersediaan air di masa mendatang.
- Membawa tas belanja ke pasar.
Perhatikan cara orang-orang dari generasi yang lebih tua dari kita jika akan berbelanja. Biasanya mereka membawa tas atau keranjang belanja sendiri dari rumah. Ini sebenarnya adalah hal yang sangat positif jika kita tiru di jaman sekarang. Kita dapat mengurangi penggunaan plastik untuk tempat belanjaan kita yang akhirnya akan terbuang juga. Dengan tas belanja sendiri, kita masih dapat menggunakannya untuk berbelanja di waktu yang akan datang.
- Gunakan sepeda untuk berpergian.
Jika kita ingin berpergian untuk jarak yang sangat memungkinkan dengan bersepeda, ada baiknya kita meninggalkan kendaraan bermotor kita. Ke kampus misalnya, mahasiswa Indonesia biasanya memilih untuk tinggal di kos yang jaraknya dekat dari kampus. Tapi anehnya mereka juga masih memprioritaskan penggunaan kendaraan bermotor daripada sepeda ataupun berjalan kaki. Padahal sesampainya di kampus lahan parkir kendaraan bermotor pun sangat terbatas dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam mencari parkir kosong. Apa salahnya kita mengalokasikan sedikit tenaga dan waktu kita dengan bersepeda untuk berpergian ke tempat-tempat yang terjangkau.
- Hibahkan pakaian yang sudah tidak cukup ke adik anda.
Jaman dahulu biasanya orang mewariskan pakaian yang sudah tidak cukup ke adik-adik mereka. Biasanya anak yang sulung selalu mendapatkan baju baru atau warisan dari orangtuanya, sementara anak yang bungsu selalu mendapatkan warisan. Sebenarnya ini sangat menarik jika kita masih melakukannya, apalagi jika pakaian-pakaian itu masih layak pakai. Kita dapat mengurangi konsumsi kita ke pakaian dan mengalokasikannya ke kebutuhan yang lain atau bahkan menabungnya. Selain itu kita juga bisa menyumbangkannya ke orang-orang yang membutuhkan, selain kita berbuat kebaikan, kita juga mengurangi sampah domestik. Jika baju sudah kurang layak pakai, masih bisa digunakan sebagai lap meja atau jendela. Saat inipun terjadi fenomena menarik dalam hal fashion, yaitu back to the old days atau retro. Banyak dari anak-anak muda yang tidak segan untuk membeli pakaian-pakaian bekas dari pasar dan mengolahnya menjadi barang yang sangat layak pakai, dan tidak ketinggalan pula tetap fashionable.
Mungkin beberapa tips di atas bisa menstimulasi otak anda untuk berpikir lebih cerdas dan kreatif dalam mencari hal-hal yang positif yang bisa kita dapatkan dari modernisasi dan tradisionalisasi. Tentu saja kita juga harus membuang sikap-sikap yang kurang baik yang didapatkan dari keduanya, terutama dalam usaha kita untuk mencapai hari esok yang lebih bersahabat.
Terima kasih dan salam!
Sampah Sumbang Laju Perubahan Iklim Global
Data Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) yang diperoleh di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa manusia dalam setiap kegiatannya selalu menghasilkan sampah yang memberikan kontribusi sangat besar terhadap emisi gas rumah kaca
Fakta ilmiah menunjukkan bahwa sampah adalah salah satu penyumbang gas rumah kaca dalam bentuk metana (CH4) dan karbondioksida (CO2).
Pembuangan sampah terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah mengakibatkan sampah organik yang tertimbun mengalami dekomposisi secara anaerobik, dan proses itu menghasilkan gas CH4.
Metana sendiri mempunyai kekuatan merusak hingga 20-30 kali lebih besar daripada CO2.
Sampah menghasilkan gas metana (CH4) dengan komposisi rata-rata tiap satu ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana.
Menurut Anggita Dhiny Rarastri dari Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran KLH, dengan jumlah penduduk yang terus meningkat di Indonesia, diperkirakan pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan per hari sekitar 500 juta kg/hari atau 190 ribu ton/tahun.
"Ini berarti pada tahun tersebut Indonesia akan mengemisikan gas metana ke atmosfer sebesar 9.500 ton," kata Anggita.
Ia pun merujuk kepada rekomendasi hasil kajian Pelangi dan KLH, "Sampah kota perlu dikelola secara benar, agar laju perubahan iklim bisa diperlambat".
Menurut data KLH, pada tahun 1995 rata-rata orang di perkotaan di Indonesia menghasilkan sampah 0,8 kg per hari dan terus meningkat hingga satu kg per orang per hari pada tahun 2000.
Lebih lanjut diperkirakan timbunan sampah pada tahun 2020 untuk tiap orang tiap hari di Indonesia mencapai 2,1 kg.
Walaupun sama-sama menghasilkan sampah, jumlah gas metana yang diemisikan negara berkembang dan negara maju tidaklah serupa. Secara global kira-kira 65 persen emisi gas metana dari TPA berasal dari negara maju, sementara 15 persen dari negara transisi secara ekonomi, dan 20 persen dikontribusikan oleh negara berkembang.
Gas metana berada di atmosfer dalam jangka waktu sekitar 7-10 tahun dan dapat meningkatkan suhu sekitar 1,3 derajat Celsius per tahun.
Sumber: ANTARA
Perlu Kesadaran Bersama Atasi Pemanasan Global
Dampak perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut, akan menyebabkan tenggelamnya pulau-pulau kecil. Naiknya suhu laut mengakibatkan hasil perikanan akan menurun. Naiknya suhu udara akan meningkatkan berkembangnya penyakit. Peningkatan curah hujan akan meningkatkan banjir dan longsor, juga perubahan musim tanam, dan peningkatan penguapan serta peningkatan intensitas badai tropis akan menyebebakan rawan transpotasi.
"Menurut data yang diperoleh World Bank, sebagian negara berkembang yaitu 80 persennya kehilangan tiga kali hasil negaranya akibat perubahan iklim yang terjadi. 4,3 triliuan dollar AS, negara-negara berkembang mengalami kerugian akibat perubahan iklim," kata Ari Muhammad, Climate Policy and Adaptation Coordinator WWF, saat menjadi narasumber dalam diskusi mengenai pemanasan global yang diselenggarakan oleh Society of Indonesia Environmental Journalist (SIEJ) bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) di Taman Ria Senayan, Jakarta, Rabu (13/2).
Semuanya ini merupakan akibat dari perubahan iklim di Bumi yang dipicu kegiatan tidak ramah lingkungan di berbagai belahan dunia. Untuk mengatasinya sudah seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Indonesia sendiri perlu perencanan aksi perubahan iklim yang menarik seluruh sektor dan berbagai stakeholder (pemangku kepentingan) untuk bersama-sama mengatasi masalah ini" ujar Sulistyowati, Asisten Deputi Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim, Kementrian Lingkungan Hidup,
Pihaknya telah menyiapkan bentuk edukasi tentang masalah pemanasan global agar semua orang dapat mengetahui dan mempelajarinya sehingga sama-sama dapat mengerjakan begiannya masing-masing. Salah satunya dengan mengeluarkan buku yang berisi rencana aksi perubahan iklim yang memiliki lima bab.
Menurut Prof.Dr.Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS, Kepala pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor, ada tiga strategi yang harus dikembangkan dalam meminimalisasi dampak pemanasan global. Pertama, strategi kembali ke alam (back to nature) dengan menjaga kondisi alam agar tetap terpelihara dengan baik,. Kedua, strategi penyadaran masyarakat melalui kampanye, penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan terhadap lingkungan. Ketiga, strategi advokasi kebijakan pembangunan sehingga aspek pemanasan global masuk dalam kebijakan dan stategi pembangunan nasional, sehingga melalui kebijakan dan langkah nyata mampu menggerakan aparat pemerintah, swasta maupun masyarakat.
Dengan strategi-strategi yang dapat dilakukan bersama-sama oleh semua bagian masyarakat dapat menghasilkan keberhasilan Indonesia dalam melakukan adaptasi pemanasan global yang akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia. Karena posisi Indonesia yang sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi alam terbesar, diharapkan dapat mendukung program-program nasional maupun internasional dalam memerangi pamenasan global.
"Mulailah dari hal-hal yang kecil dan itu akan membantu mengatasi pemanasan global" ujar Ari menutup wawancara.
Sumber: kompas
Jumat, Februari 29, 2008
10 Tips Mudah Untuk Mengurangi Pemanasan Global
Kali ini kami akan memberikan 10 tips pertama untuk mengurangi pemanasan global,
- Ganti bohlam dengan lampu fluorescent Mengganti bohlam biasa dengan lampu fluorescent dapat mencegah pengeluaran kurang lebih 68 kg karbon dioksida per tahun.
- Kurangi berkendaraan bermotor Berjalan, bersepeda, atau gunakanlah transportasi umum lebih sering. Dalam tiap mil anda tidak menggunakan kendaraan bermotor, anda menyimpan sekitar 0.5 kg karbon dioksida!
- Lebih banyak daur ulang Anda mengurangi sekitar 1088 kg karbon dioksida per tahun dengan mendaur ulang setengah dari sampah rumah tangga anda.
- Periksa tekanan ban Tekanan ban yang sesuai dapat menambah jarak tempuh anda per liter BBM sampai 3%.
- Hindari pembelian produk yang mempunyai terlalu banyak kemasan Belilah produk yang bisa di isi ulang, karena dengan mengurangi 10% sampah, anda mengurangi sekitar 544 kg karbon dioksida.
- Tanamlah pohon Setiap pohon yang anda tanam akan menyerap 1 ton karbon dioksida sepanjang hidupnya!
- Matikan peralatan elektronik Selalu matikan peralatan listrik yang tidak dipakai, karena dapat mengurangi berton-ton pengeluaran karbon dioksida dalam setahun.
- Pakai kembali tas belanja Sebisa mungkin hindari tas plastik ketika belanja, belilah tas belanja yang bisa di pakai kembali. tas plastik tidak hanya menyumbang karbon dioksida, tapi juga mencemari udara air, dan tanah.
- Belilah makanan segar dan bukan makanan beku Makanan beku membutuhkan enerji 10 kali lipat dalam proses pembuatannya dibandingkan dengan makanan segar. Tentu saja anda juga harus berbelanja di tempat yang paling dekat dengan anda. Lebih baik lagi jika anda berjalan atau bersepeda ke tempat perbelanjaan tersebut.
- Sebarkanlah tips dari blog ini ke kolega anda! Karena semakin banyak orang yang sadar tentang hal ini, maka semakin besar pula kontribusi yang kita sumbangkan untuk bumi kita. Sebarkanlah blog ini ke semua kolega anda!
Disadur dari tenthingstodo
